Publikasi

Download

Profile

KRKP
Anggota
Mitra

Login

Login

Don't You have account?

Sign Up
Veco Indonesia
HIVOS
Pembebasan Lahan PDF Print E-mail
( 0 Votes )
Share Link: Share Link: Bookmark Google Yahoo MyWeb Del.icio.us Digg Facebook Myspace Reddit Ma.gnolia Technorati Stumble Upon

Pembebasan Lahan Ditargetkan 103,6 Hektar

Diusulkan, Penambahan Anggaran Rp 200 Miliar untuk Bandara Kertajati

Jumat, 19 Maret 2010 | 14:37 WIB

BANDUNG, KOMPAS - Setelah sempat tersendat oleh problem harga tanah yang belum cocok antara penawaran pemerintah dan permintaan warga, pembebasan lahan bagi pembangunan Bandara Kertajati di Kabupaten Majalengka mulai lancar. Bahkan, hingga pertengahan April 2010 ditargetkan 103,6 hektar lahan warga telah dibebaskan untuk proyek itu.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Jawa Barat Deny Juanda mengatakan, pada Senin (15/3) telah dibebaskan lahan warga seluas 53 hektar yang tersebar di empat desa di Kabupaten Majalengka, yakni Sukakerta, Kertasari, Bantarjati, dan Kertajati.

Untuk pembebasan lahan itu, Pemerintah Provinsi Jabar mengucurkan dana sekitar Rp 16 miliar. "Warga sudah bisa menerima penawaran harga pemerintah. Bupati Majalengka juga terus berdialog dengan warga. Semoga kepercayaan dan antusiasme warga bisa terus berjalan hingga April," katanya, Kamis.

Pertengahan April, Pemprov menargetkan pembebasan lahan lagi seluas 50,6 hektar. Kali ini pembebasan lahan terutama dilakukan di Desa Kertajati dan Bantarjati. Jika target itu terwujud, lahan yang dibebaskan hingga semester pertama tahun ini mencapai 103,6 hektar.

Target awal pembebasan lahan Bandara Kertajati dengan dana Rp 160 miliar pada 2009 adalah 630 hektar. Rinciannya, 530 hektar untuk pembebasan sisi udara dan 100 hektar sisanya untuk sisi darat, yakni terminal, area parkir, dan gudang.

Pemprov menganggarkan Rp 160 miliar dalam APBD 2009 untuk pembebasan 530 hektar sisi udara. Namun, anggaran yang terserap dalam pembebasan lahan itu baru Rp 5,1 miliar. Rinciannya, Rp 3,4 miliar untuk pembebasan 7,6 hektar lahan dan Rp 2 miliar untuk pengukuran lahan oleh Badan Pertanahan Nasional. Sisa anggaran Rp 154,9 miliar akhirnya dikembalikan ke kas daerah.

Anggaran pembebasan lahan Bandara Kertajati ditambah Rp 24 miliar dalam revisi APBD Jabar 2010. Total anggaran pembebasan lahan berubah menjadi Rp 50 miliar setelah dalam anggaran sebelumnya ditetapkan Rp 26 miliar. Rp 200 miliar

Jika target pada April itu tercapai, lanjut Deny, pihaknya akan mengajukan tambahan anggaran pembebasan lahan dalam APBD Perubahan 2010 senilai Rp 200 miliar.

Kepala Dinas Perhubungan Jabar Dicky Saromi menambahkan, dana Rp 50 miliar belum bisa menutupi semua kebutuhan pembebasan lahan untuk bandara. Namun, ia berharap dana itu bisa semuanya terserap sehingga tidak ada pengembalian dana ke kas daerah seperti tahun 2009.

Upaya percepatan pembebasan lahan itu pun didukung DPRD Jabar. Anggota Komisi A DPRD Jabar, Irwan Koesdradjat, mengatakan, proyek ini penting untuk mendongkrak potensi ekonomi di Jabar wilayah timur.

Kawasan timur Jabar, meliputi Majalengka, Kuningan, Cirebon, dan Indramayu, selama ini kaya hasil laut dan pertanian. Hasil bumi tersebut akan lebih mudah didistribusikan ke pasar domestik atau internasional jika ada bandara.

Potensi itu juga berusaha didorong dengan infrastruktur memadai. Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan, kata Deny, akan menjadi jalur akses menuju bandara. Proyek tol itu diharapkan selesai pada 2013. (REK)